OKU TIMUR -MS- Setelah sekian tahun tidak digelar, Lomba Bidar akhirnya kembali hadir dan memberi ruang bagi masyarakat Kabupaten OKU Timur untuk menikmati kembali salah satu tradisi olahraga air yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pun terasa berbeda di Desa Tanjung Kemala. Bukan hanya melalui kegiatan seremonial, masyarakat kembali berkumpul di tepian Sungai Komering untuk menyaksikan Lomba Bidar sekaligus merayakan kemerdekaan dengan nuansa tradisi yang masih hidup.
Lomba Bidar (Biduk Tradisional) Kabupaten OKU Timur digelar di Dusun I dan Dusun III, Desa Tanjung Kemala, Minggu, 23 Agustus 2026.
Sebanyak 50 tim ambil bagian dalam perlombaan tersebut, terdiri dari 35 tim pria dan 15 tim wanita. Masing-masing tim beranggotakan tiga orang.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan dimulai. Warga datang untuk menyaksikan langsung adu cepat biduk tradisional di Sungai Komering, sekaligus menikmati suasana kebersamaan setelah cukup lama tidak menyaksikan perlombaan tersebut.
Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, M.T., M.M., yang membuka kegiatan, mengatakan kembalinya Lomba Bidar bukan sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali tradisi daerah yang mulai jarang digelar sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda.
“Saya berharap tradisi seperti ini jangan sampai hilang ditelan zaman. Justru harus terus kita lestarikan, dikenalkan kepada generasi muda, dan diberi ruang untuk tetap hidup di tengah masyarakat,” ujar Bupati.
Selain menjaga tradisi, menurut Bupati, kegiatan yang menghadirkan banyak masyarakat juga memberikan dampak positif bagi perekonomian warga.
Keramaian di sekitar lokasi menjadi peluang bagi pelaku UMKM dan usaha kecil untuk berjualan, sehingga kegiatan budaya dan olahraga tradisional turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ketika kegiatan seperti ini mampu menghadirkan banyak masyarakat, tentu ada dampak positif yang ikut dirasakan. Pelaku UMKM dan usaha kecil di sekitar lokasi mendapatkan kesempatan untuk berjualan,” lanjutnya.
Kemeriahan semakin terasa dengan digelarnya Lomba Tangkap Bebek yang dibagi dalam kelompok pria dan wanita.
Sebanyak 50 ekor bebek dilepas ke arena perlombaan. Peserta yang berhasil menangkap bebek dengan pita di kakinya dinyatakan sebagai pemenang.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten OKU Timur Nasrul, S.Pd., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam olahraga dan permainan tradisional.
Bagi masyarakat Tanjung Kemala dan sekitarnya, kembalinya Lomba Bidar membawa suasana tersendiri.
Setelah sekian tahun menunggu, akhirnya masyarakat kembali dapat berkumpul di tepian Sungai Komering, menyaksikan biduk tradisional berpacu, bersilaturahmi dan menikmati kemeriahan perayaan kemerdekaan.
Tradisi yang sempat lama tidak terlihat kini kembali hidup. Bukan hanya menjadi tontonan, Lomba Bidar juga menjadi ruang kebersamaan, pelestarian budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Kemerdekaan pun dirayakan dengan cara yang sederhana namun bermakna: tradisi kembali hidup, masyarakat kembali berkumpul, dan ekonomi warga ikut bergerak. (B12)















Discussion about this post