OKU TIMUR – MS- Memasuki musim kemarau yang menyebabkan sejumlah wilayah mengalami krisis air bersih, Polres OKU Timur mendorong jajaran kepolisian sektor (Polsek) untuk aktif turun langsung membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kapolres OKU Timur AKBP Dr. Lalu Hedwin Hanggara mengapresiasi langkah Polsek Buay Madang Timur yang menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Teko Rejo, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur, Minggu (23/8/2026).
Bantuan tersebut diberikan setelah masyarakat setempat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kemarau yang berkepanjangan.
Kapolsek Buay Madang Timur IPTU Swisspo, S.H., M.H., bersama personelnya menyalurkan sebanyak 2.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mulai dari keperluan minum, rumah tangga hingga mandi, cuci dan kakus (MCK).
Kapolres OKU Timur menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya warga yang terdampak kekeringan dan kesulitan memperoleh air yang layak digunakan.
“Tidak semua masyarakat mampu membuat sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Karena itu, kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat sangat penting, terutama untuk membantu warga yang benar-benar membutuhkan,” tegas Kapolres.
Menurutnya, ketersediaan air bersih bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat.
Air yang layak digunakan sangat diperlukan agar warga dapat terhindar dari berbagai penyakit yang dapat muncul akibat penggunaan air yang tidak memenuhi standar kebersihan.
Kapolres pun mengapresiasi inisiatif Kapolsek Buay Madang Timur yang menjadikan bantuan air bersih sebagai kegiatan sosial kemanusiaan dan dijadwalkan secara berkelanjutan.
Ia meminta langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi Kapolsek lainnya di wilayah hukum Polres OKU Timur, terutama apabila terdapat desa yang mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau.
“Saya tegaskan kepada seluruh Kapolsek agar turun ke lapangan. Pantau kondisi masyarakat, koordinasikan dengan Bhabinkamtibmas dan perangkat desa, kemudian berikan bantuan apabila ditemukan warga yang benar-benar membutuhkan air bersih,” ujarnya.
Kapolres juga menekankan agar jajaran pokus meningkatkan pemantauan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Setiap Kapolsek diminta berkoordinasi dengan personel di lapangan untuk memantau titik api maupun lokasi yang berpotensi terbakar, sehingga apabila ditemukan indikasi kebakaran dapat segera dilakukan penanganan sebelum api meluas.
“Musim kemarau ini harus kita hadapi bersama. Selain membantu masyarakat mendapatkan air bersih, seluruh jajaran juga harus aktif memantau titik-titik rawan kebakaran dan segera berkoordinasi apabila ditemukan titik api,” tegasnya.
Sementara itu, bantuan air bersih Polsek Buay Madang Timur merupakan gagasan IPTU Swisspo dengan semangat pelayanan kepada masyarakat melalui motto, “Aman Nyaman Warganya, Bahagia Personilnya.”
Kegiatan bantuan air bersih tersebut direncanakan menyasar desa-desa yang terdampak kemarau secara bertahap.
Di Kecamatan Buay Madang Timur terdapat 30 desa dan tiga desa persiapan yang akan menjadi sasaran bantuan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Kapolres berharap kehadiran personel di tengah masyarakat tidak hanya dirasakan ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga dalam menghadapi persoalan sosial dan kemanusiaan seperti kekeringan.
“Polri harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kita pantau, kita dengarkan keluhan warga, dan kita berikan solusi sesuai kemampuan yang kita miliki,” pungkas Kapolres. (BD)















Discussion about this post