OKU TIMUR -M – Hampir tiga bulan hujan tak kunjung turun di Bumi Sebiduk Sehaluan, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan. Kondisi tersebut membuat suhu udara terasa semakin panas dan mulai memicu kekeringan di sejumlah wilayah, terutama kawasan pedesaan dan daerah yang sulit memperoleh sumber air bersih.
Bagi masyarakat desa, air bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, melainkan kebutuhan dasar yang menyangkut kesehatan, kebersihan, konsumsi, hingga keberlangsungan aktivitas rumah tangga.
Ketika sumber air mulai mengering, dampaknya paling cepat dirasakan warga yang tinggal jauh dari pusat pelayanan dan berada di wilayah dengan akses air bersih terbatas.
Di tengah kondisi tersebut, Kapolres OKU Timur AKBP Dr. Lalu Hedwin Hanggara, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., menginstruksikan seluruh Kapolsek beserta jajaran untuk turun langsung memantau kondisi masyarakat di wilayah masing-masing.
Kapolres meminta Bhabinkamtibmas dan personel Polsek aktif memetakan desa-desa yang mulai mengalami kesulitan air, khususnya masyarakat yang tinggal di daerah terpencil maupun kawasan dengan kondisi geografis yang menyulitkan akses mendapatkan air bersih.
“Jangan menunggu masyarakat kesulitan semakin parah. Segera turun, cek kondisi warga dan berikan bantuan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan,” tegas Kapolres.
Menurutnya, bantuan air bersih harus diberikan kepada warga yang benar-benar terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari minum, memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Kapolres juga menekankan agar air yang disalurkan kepada masyarakat merupakan air yang layak digunakan sehingga bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat dan tidak menimbulkan persoalan kesehatan.
Langkah cepat kepolisian ini menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat di tengah tekanan musim kemarau.
Kehadiran polisi diharapkan tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan kebutuhan dasar.
“Polisi harus hadir di tengah masyarakat dalam kondisi apa pun. Ketika warga membutuhkan pertolongan, kita harus bergerak,” ujar Kapolres.
Selain persoalan kekeringan, Kapolres juga mengingatkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Personel diminta terus memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena kondisi cuaca panas dan kering dapat membuat api cepat menyebar serta sulit dikendalikan.
Kapolres menegaskan, pencegahan kekeringan dan karhutla harus dilakukan secara bersamaan dengan mengedepankan kehadiran polisi di lapangan.
“Pantau masyarakat, bantu yang kesulitan air dan cegah setiap potensi kebakaran. Polisi harus hadir sebelum persoalan menjadi lebih besar,” tegasnya. (B12)














Discussion about this post