PALEMBANG —MS- Estafet kepemimpinan di jajaran Polda Sumatera Selatan kembali bergulir. Sejumlah Pejabat Utama (PJU) dan Kapolres jajaran resmi berganti posisi melalui upacara serah terima jabatan (sertijab) yang digelar di Ruang Serba Guna Lantai 2 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Jumat (14/8/2026).
Sertijab yang dimulai pukul 13.30 WIB itu kemudian dilanjutkan dengan acara kenal pamit pejabat lama dan pejabat baru di Lantai 7 Gedung Presisi Polda Sumsel sejak pukul 16.00 WIB hingga selesai.
Momentum tersebut dihadiri Kapolda Sumsel, Wakapolda Sumsel, Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol Feri Handoko Soenarso beserta istri, para PJU Polda Sumsel, Kapolres/Tabes jajaran, Ketua Bhayangkari Cabang Polda Sumsel beserta pengurus serta para Ketua Bhayangkari Cabang Polres jajaran.
Pergantian jabatan ini bukan sekadar perpindahan kursi jabatan, melainkan bagian dari dinamika organisasi untuk memperkuat kinerja, efektivitas pelaksanaan tugas dan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.
Mutasi tersebut mengacu pada Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2012, Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1530/VII/KEP./2026 tanggal 30 Juli 2026 serta Surat Telegram Kapolda Sumsel Nomor ST/487/VII/KEP./2026. Sejumlah jabatan strategis turut berganti. AKBP Ruri Prastowo yang sebelumnya menjabat Kapolres Musi Banyuasin kini dipercaya sebagai Kabagbinkar Ro SDM Polda Sumsel.
Tongkat komando Kapolres Musi Banyuasin selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Adik Listiyono yang sebelumnya menjabat Kapolres OKU Timur.
Sementara posisi Kapolres OKU Timur kini diemban AKBP Dr. Lalu Hedwin Hanggara. Pergantian juga terjadi di Polres Lubuk Linggau, dengan AKBP Adithia Bagus Arjunadi menyerahkan jabatan Kapolres Lubuk Linggau kepada AKBP Catur Erwin Setiawan.
Selain itu, Kompol Achmad Rakhmatullah Dwi Nugroho resmi mengemban amanah sebagai Koorspripim Polda Sumsel.Sebelum sertijab dan kenal pamit digelar, Kapolda Sumsel terlebih dahulu memberikan arahan kepada para pejabat yang bersangkutan dalam pertemuan di Lounge VIP Wisma Kemala pada malam sebelumnya.
Dalam acara kenal pamit, Kapolda Sumsel menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi, pengorbanan dan perjuangan selama menjalankan tugas di wilayah masing-masing.
Jejak pengabdian para pejabat lama diharapkan menjadi catatan positif sekaligus bagian dari perjalanan panjang institusi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ucapan terima kasih juga diberikan kepada para istri dan pengurus Bhayangkari yang selama ini menjadi pendamping sekaligus sumber kekuatan bagi para personel dalam menghadapi dinamika tugas.
Sementara kepada pejabat baru, Kapolda Sumsel memberikan pesan yang jauh lebih sederhana namun penuh tekanan: jangan terlalu lama melakukan pemanasan.“Tancap gas pol, rem blong.”
Kalimat tersebut menjadi penekanan Kapolda kepada para pejabat baru agar segera bekerja, bergerak cepat dan tidak membutuhkan waktu lama untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas.
Pesannya jelas, jabatan baru bukan tempat untuk sekadar beradaptasi, apalagi hanya mengganti papan nama ruangan. Setelah menerima tongkat komando, pekerjaan dan tanggung jawab sudah menunggu di depan mata.
Kapolda juga meminta para pejabat baru belajar dari pengalaman para senior serta menjadikan setiap amanah sebagai kesempatan untuk memberikan pengabdian terbaik.
Menurutnya, kebanggaan seorang pimpinan bukan hanya ketika mampu menyelesaikan tugas sendiri, tetapi ketika berhasil mengantarkan personel dan para perwira yang dipimpinnya menjadi lebih sukses, baik dalam karier maupun kehidupan keluarga.
Kapolda menegaskan, setiap proses yang dijalani akan menentukan hasil yang diperoleh. Karena itu, personel tidak boleh bekerja sekadar menggugurkan kewajiban.
“Jabatan Kapolres adalah kesempatan emas yang tidak akan terulang. Manfaatkan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” pesan Kapolda.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap pekerjaan akan meninggalkan rekam jejak. Apa yang dilakukan hari ini pada akhirnya menjadi “rapor” yang akan dibaca melalui hasil kerja dan perubahan yang berhasil diwujudkan.
Karena itu, para pejabat baru diminta tidak hanya hadir secara fisik di wilayah tugas, tetapi benar-benar hadir melalui kinerja, inovasi dan solusi yang dirasakan masyarakat.
Kapolda juga menekankan pentingnya dukungan keluarga. Peran istri atau Bhayangkari dinilai sangat penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan personel, terutama ketika tugas kepolisian menuntut waktu, tenaga dan pikiran yang tidak sedikit.
Kesempurnaan, kata Kapolda, hanya milik Tuhan. Kekurangan dalam menjalankan tugas maupun kehidupan sehari-hari diharapkan dapat saling dilengkapi melalui dukungan pasangan dan keluarga.
Sertijab tersebut akhirnya bukan hanya menjadi seremoni pergantian jabatan, tetapi menjadi titik awal bagi babak baru kepemimpinan di jajaran Polda Sumsel.
Pejabat lama meninggalkan jejak pengabdian. Pejabat baru datang membawa energi, tantangan dan target baru. Kini tinggal bagaimana amanah tersebut dijalankan.
Bagi Kapolda Sumsel, pesannya sudah terang: jangan banyak pemanasan, jangan sekadar menjalankan rutinitas, dan jangan sampai jabatan hanya berganti nama di papan kantor. Kerja maksimal, hadirkan perubahan, dan kalau sudah menerima tongkat komando—langsung tancap gas.
Kabid Humas Polda Sumsel menegaskan, arahan Kapolda tersebut menjadi landasan bagi para pejabat baru untuk segera menyesuaikan diri, bekerja maksimal dan menghadirkan pelayanan Polri yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan semangat pengabdian, inovasi dan kinerja total, pergantian jabatan diharapkan menjadi energi baru untuk membawa Polda Sumsel semakin responsif, profesional dan dekat dengan masyarakat.














Discussion about this post