OKU TIMUR – MS- Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Martapura, Kabupaten OKU Timur, terus membuktikan kualitas pendidikan vokasi melalui lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.
Kepala SMKN 1 Martapura, Drs. Ribut Setiadi, mengatakan sekitar 60 persen lulusan sekolahnya telah terserap di dunia kerja sesuai dengan kompetensi keahlian yang dimiliki.
Ia menjelaskan, SMKN 1 Martapura memiliki berbagai program keahlian, di antaranya Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Kendaraan Ringan, serta Desain Komunikasi Visual (DKV) yang terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.
Menurut Ribut, keberhasilan para alumni menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah karena menjadi bukti bahwa ilmu yang diberikan di SMKN 1 Martapura benar-benar bermanfaat di dunia kerja.
Ia pun menceritakan sebuah pengalaman yang tidak pernah dilupakannya saat dalam perjalanan menuju Tanjung Enim, kendaraannya mengalami kendala dan singgah di sebuah bengkel. Tanpa diduga, bengkel tersebut ternyata mekanik alumi siswa SMKN 1 Martapura.
Saat kendaraan selesai diperbaiki, alumni tersebut menolak menerima pembayaran sebagai bentuk rasa hormat kepada gurunya, meski bengkel yang dimilikinya sudah berkembang pesat.
“Peristiwa itu menjadi kebanggaan bagi kami karena melihat anak didik bisa sukses dan tetap menghargai guru yang pernah mendidiknya,” ujar Ribut.
Ia juga mengungkapkan pernah ada lulusan jurusan kelistrikan yang mendapat kesempatan direkrut oleh perusahaan besar dengan gaji yang cukup menjanjikan.
Namun kesempatan tersebut tidak dapat dimanfaatkan karena belum mendapat restu dari orang tuanya.
Ribut menilai program keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV) memiliki prospek yang sangat baik karena kebutuhan masyarakat terhadap jasa desain dan konten visual terus meningkat.
Menurutnya, dengan bermodalkan kemampuan, kreativitas, dan kamera, lulusan DKV sudah memiliki peluang besar untuk membuka usaha sendiri maupun bekerja di berbagai bidang.
Meski demikian, Ribut mengakui masih ada tantangan yang dihadapi sekolah, terutama saat pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Ia mengatakan masih ada sebagian orang tua yang belum memberikan dukungan maksimal apabila lokasi PKL berada jauh dari tempat tinggal mereka.
Padahal, PKL merupakan bagian penting dalam proses pendidikan karena memberikan pengalaman kerja nyata sekaligus menambah wawasan, keterampilan, dan membentuk karakter siswa agar lebih mandiri.
Menurutnya, pengalaman selama PKL juga menjadi bekal penting bagi siswa dalam merancang masa depan dan memasuki dunia kerja setelah lulus.
Ribut Setiadi mengaku telah mengabdikan diri sebagai Kepala SMKN 1 Martapura selama 12 tahun dengan berbagai tantangan dan pengalaman, baik suka maupun duka, demi memajukan sekolah agar mampu sejajar dengan sekolah-sekolah lain.
Ia menilai menjadi kepala sekolah di Martapura memiliki tantangan tersendiri karena kultur dan budaya masyarakat berbeda dengan daerah lain di Kabupaten OKU Timur.
“Terkadang apa yang kami lakukan demi kebaikan anak didik belum tentu dipahami dengan baik oleh semua pihak. Namun kami tetap berkomitmen memberikan yang terbaik untuk masa depan siswa,” katanya.
Di tengah berbagai keterbatasan, terutama dari sisi anggaran, Ribut menegaskan pihak sekolah akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan agar SMKN 1 Martapura semakin maju dan mampu mencetak lulusan yang unggul, mandiri, serta siap menghadapi dunia kerja.














Discussion about this post