OKU TIMUR – MS- Masa remaja merupakan fase penting dalam membentuk karakter dan menentukan arah masa depan. Karena itu, para pelajar perlu dibekali keberanian untuk mengambil keputusan yang benar sejak dini.
Pesan tersebut disampaikan Bripka Corry Syamsuarni, SE bersama jajaran Polwan Polsek Buay Madang Timur saat menggelar kegiatan Polwan Goes to School di SMP Negeri 02 Belitang, Senin (24/8/2026).
Sebanyak 120 siswa-siswi mengikuti kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut. Dalam kesempatan itu, Bripka Corry tampil sebagai juru bicara sekaligus memberikan edukasi langsung kepada para pelajar.
Menurut Corry, menjadi remaja yang percaya diri bukan berarti harus selalu tampil paling berani atau paling menonjol di antara teman-temannya.
“Percaya diri itu ketika kalian mampu mengenali diri sendiri, berani menyampaikan pendapat dengan baik dan tidak mudah ikut-ikutan melakukan sesuatu yang sebenarnya kalian tahu itu salah,” ujar Corry di hadapan para siswa.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak menganggap bullying sebagai candaan biasa. Menurutnya, perkataan maupun tindakan yang merendahkan, mempermalukan atau menyakiti teman dapat meninggalkan dampak panjang bagi korban.
“Jangan merasa hebat ketika bisa membuat teman kalian malu atau takut. Justru orang yang hebat adalah orang yang mampu menghargai dan melindungi temannya,” pesan Corry.
Ia mengajak para siswa untuk berani mengambil sikap ketika melihat bullying terjadi di lingkungan sekolah.
“Kalau melihat teman menjadi korban bullying, jangan ikut menertawakan. Berikan dukungan dan laporkan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya,” katanya.
Selain bullying, Corry juga mengingatkan para pelajar agar berhati-hati dalam pergaulan. Masa remaja, kata dia, merupakan masa ketika rasa ingin tahu sangat besar sehingga diperlukan kemampuan untuk menentukan pilihan.
“Tidak semua ajakan teman harus diikuti. Kalau ajakannya membawa kepada hal negatif, kalian harus berani mengatakan tidak,” tegasnya.
Edukasi kemudian dilanjutkan dengan pesan mengenai keselamatan berlalu lintas. Para siswa diingatkan untuk memahami aturan lalu lintas dan membangun budaya tertib di jalan sejak usia sekolah.
Corry menekankan bahwa keselamatan bukan sekadar persoalan mematuhi aturan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap diri sendiri, keluarga dan pengguna jalan lainnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Para siswa diberikan kesempatan bertanya dan berdiskusi mengenai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan tersebut membuat pesan yang disampaikan lebih dekat dengan dunia pelajar. Polisi tidak hanya hadir memberikan imbauan, tetapi juga membuka ruang komunikasi dengan generasi muda.
Sebagai penutup, Polwan memberikan bingkisan berupa perlengkapan sekolah kepada para siswa. Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dalam keadaan aman, lancar dan kondusif.
Kegiatan Polwan Goes to School tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Polwan Republik Indonesia ke-78 tahun 2026.
Menutup kegiatan, Bripka Corry Syamsuarni kembali menitipkan pesan kepada seluruh pelajar agar tidak takut menjadi diri sendiri selama berada di jalan yang benar.
“Jadilah remaja yang percaya diri, hormati teman, jangan melakukan bullying, jangan mudah terpengaruh pergaulan negatif dan selalu jaga keselamatan. Masa depan kalian masih panjang, jadi jangan biarkan keputusan sesaat merusaknya,” tutup Corry. (BD)















Discussion about this post