OKU TIMUR –MS- SMKN 1 Martapura menggelar Sosialisasi Program Sekolah dan Musyawarah Komite bersama para wali murid peserta didik baru di lingkungan sekolah, Rabu (30/7/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung Kepala SMKN 1 Martapura, Drs. Ribut Setiadi, menjadi ajang memperkenalkan program sekolah sekaligus mempererat sinergi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendidik peserta didik selama menempuh pendidikan.
Dalam sambutannya, Ribut Setiadi mengungkapkan rasa syukur karena pada tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 468 siswa baru resmi diterima menjadi bagian dari keluarga besar SMKN 1 Martapura.
Menurutnya, masih banyak anak di luar sana yang ingin bersekolah di SMKN 1 Martapura, namun belum mendapatkan kesempatan karena keterbatasan daya tampung sekolah.
Ia menegaskan seluruh proses penerimaan peserta didik dilakukan secara transparan tanpa adanya jalur khusus maupun titipan.
“Semua calon siswa memiliki hak yang sama. Tidak ada jalur titipan ataupun perlakuan khusus. Semua diterima sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Ribut menjelaskan, penerimaan siswa baru dilakukan melalui beberapa jalur, yakni jalur prestasi, jalur afirmasi bagi keluarga kurang mampu, serta jalur tes minat dan bakat.
Saat ini SMKN 1 Martapura memiliki 7 program keahlian, yaitu Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, Teknik Instalasi Listrik, Desain Komunikasi Visual, Akuntansi Keuangan, serta Rekayasa Perangkat Lunak.
Selain memiliki 7 jurusan, sekolah juga didukung 90 tenaga pendidik. Jumlah keseluruhan siswa yang saat ini menempuh pendidikan di SMKN 1 Martapura mencapai 1.168 siswa, terdiri dari 468 siswa kelas X, 352 siswa kelas XI, dan 348 siswa kelas XII.
Ribut mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk menimba ilmu di SMKN 1 Martapura.
Namun ia menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan membutuhkan dukungan penuh dari orang tua di rumah.
“Kami siap bekerja sama mendidik putra-putri bapak dan ibu. Karena itu kami mengundang seluruh wali murid untuk saling bertukar pikiran demi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Ia mengatakan, ketika orang tua telah menitipkan anaknya kepada sekolah, berarti telah memberikan kepercayaan kepada para guru untuk membimbing mereka menjadi generasi yang sukses.
“Kalau anak-anak berhasil tentu kita semua ikut bahagia. Tetapi apabila mereka gagal, kami juga ikut prihatin. Karena itu mari kita jaga dan awasi mereka bersama-sama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga menyampaikan penerapan sistem poin pelanggaran sebagai upaya membentuk karakter dan disiplin siswa.
Pelanggaran seperti bolos sekolah, terlambat, berkelahi hingga merokok akan diberikan poin sesuai tingkat pelanggarannya.
Apabila akumulasi poin mencapai 25, orang tua akan dipanggil ke sekolah untuk dilakukan pembinaan bersama.
Sementara apabila siswa telah mencapai 100 poin, sekolah akan memberikan sanksi tegas sesuai tata tertib yang berlaku, termasuk kemungkinan dikembalikan kepada orang tua.
Ribut juga menjelaskan bahwa seluruh siswa SMKN 1 Martapura wajib mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama enam bulan.
Menurutnya, program tersebut bertujuan membentuk kemandirian siswa, memperluas wawasan, serta memberikan pengalaman kerja nyata sebelum lulus.
Meski demikian, pelaksanaan PKL masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya faktor biaya dan kurangnya dukungan sebagian orang tua karena lokasi PKL yang jauh dari rumah.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, pihak sekolah berharap terjalin komunikasi dan kerja sama yang semakin erat antara sekolah dan wali murid sehingga seluruh peserta didik dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik serta siap memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (B12)














Discussion about this post