OKU Timur – MS – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten OKU Timur dalam mengembangkan sektor perikanan mulai menarik perhatian daerah lain. Melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak), Kabupaten OKU Timur kini menjadi salah satu daerah tujuan pembelajaran bagi pemerintah kabupaten lain yang ingin mengembangkan potensi perikanannya.
Hal tersebut ditandai dengan kunjungan studi banding Pemerintah Kabupaten Lahat ke OKU Timur. Kegiatan ini merupakan implementasi kerja sama antardaerah yang telah disepakati melalui nota kesepahaman (MoU) antara Bupati OKU Timur dan Bupati Lahat.
Kepala Diskannak OKU Timur, Yuniharyanto, S.ST., M.M., menjelaskan bahwa selama empat hari para peserta mengikuti pelatihan yang dipadukan dengan penyampaian materi di kelas dan praktik langsung di lapangan.
Menurutnya, peserta memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai budidaya ikan patin, mulai dari proses pembenihan, teknik pemeliharaan, hingga pengelolaan usaha agar mampu menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
“Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga melihat langsung penerapan budidaya ikan patin yang telah berjalan di OKU Timur sehingga dapat menjadi referensi ketika diterapkan di daerah masing-masing,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Selain mempelajari budidaya ikan patin, rombongan dari Kabupaten Lahat juga mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan pekan ikan bersama Koperasi Bina Mitra Mandiri sebagai salah satu model pemberdayaan ekonomi masyarakat di sektor perikanan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi budidaya ikan patin milik dr. Purwanto di Desa Sukosari, Kecamatan Belitang. Di lokasi tersebut peserta melihat secara langsung proses budidaya yang telah berhasil dikembangkan dan dinilai layak menjadi contoh bagi daerah lain.
Yuniharyanto menilai dipilihnya OKU Timur sebagai lokasi studi banding merupakan bentuk pengakuan atas keberhasilan program yang dijalankan Diskannak selama semester pertama tahun 2026.
“Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengembangan sektor perikanan. Kami bersyukur apa yang telah dilakukan di OKU Timur dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain,” katanya.
Tak hanya fokus pada sektor perikanan, Diskannak OKU Timur juga terus memperkuat pengembangan peternakan, khususnya peningkatan produksi telur sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu mengendalikan laju inflasi daerah.
Untuk mendukung target tersebut, pihaknya telah mengajukan usulan kepada pemerintah pusat berupa bantuan mesin pembuatan pakan ayam. Kehadiran alat tersebut diharapkan mampu menekan biaya produksi yang selama ini menjadi beban para peternak.
Apabila bantuan dari kementerian belum dapat direalisasikan, Diskannak akan mengusulkan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten OKU Timur agar pengadaan mesin pakan ayam dapat dibiayai melalui APBD
“Dengan adanya alat ini, kami optimistis produktivitas peternak akan meningkat, produksi telur semakin bertambah, kesejahteraan peternak ikut naik, dan stabilitas harga pangan di OKU Timur tetap terjaga,” tutup Yuniharyanto.














Discussion about this post