OKU TIMUR – MS – Komitmen memperkuat kualitas tata kelola kesehatan terus ditunjukkan jajaran Puskesmas Bunga Mayang. Kepala Puskesmas Bunga Mayang bersama tim memanfaatkan Workshop III Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan Kabupaten OKU Timur Tahun 2026 sebagai ruang strategis untuk memperdalam kapasitas perencanaan dan pengelolaan program kesehatan yang berbasis kebutuhan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Parai Puri Tani Hotel Martapura, Rabu (24/6/2026), menjadi bagian dari upaya sistematis Pemerintah Kabupaten OKU Timur dalam mendorong penguatan manajemen kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Workshop tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur, Bapperida, hingga kalangan akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diarahkan untuk membangun kesamaan persepsi dalam menyusun kebijakan dan program kesehatan yang lebih efektif, terukur, serta berorientasi pada hasil.
Berbagai isu strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya optimalisasi pembiayaan kesehatan daerah, penguatan sistem informasi kesehatan, pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan, penyusunan indikator kinerja program, hingga pengembangan dokumen perencanaan yang mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan masa depan.
Kepala Puskesmas Bunga Mayang, Yosi Fitriani, SKM, menilai kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan investasi pengetahuan yang sangat penting bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas.
Menurutnya, keberhasilan sebuah program kesehatan tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan di lapangan, tetapi juga oleh ketepatan perencanaan yang disusun sejak awal.
Karena itu, penguasaan terhadap aspek tata kelola, penganggaran, dan analisis kebutuhan masyarakat menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan.
“Perencanaan yang baik akan melahirkan program yang tepat sasaran. Melalui workshop ini kami memperoleh perspektif baru mengenai bagaimana menyusun program kesehatan yang lebih terukur, berbasis data, dan memiliki dampak yang jelas bagi masyarakat,” ujar Yosi.
Ia menambahkan, seluruh materi dan hasil pendampingan yang diperoleh selama kegiatan akan menjadi referensi penting dalam penyusunan program kerja Puskesmas Bunga Mayang ke depan.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya sekaligus memperkuat mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Yosi menegaskan bahwa transformasi pelayanan kesehatan harus dimulai dari penguatan tata kelola organisasi.
Dengan sistem perencanaan yang kuat, setiap program dapat berjalan lebih terarah, memiliki indikator keberhasilan yang jelas, serta mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“Melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dan sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan institusi pendidikan, Puskesmas Bunga Mayang optimistis mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin profesional, adaptif, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan kesehatan di Kabupaten OKU Timu,” terangya (B12)














Discussion about this post