OKU TIMUR – MS- UPTD Puskesmas Gumawang menggelar Lomba Balita Sehat Indonesia (LBSI) Tingkat Kecamatan Belitang yang diikuti perwakilan Posyandu dari 24 desa di wilayah kerja Puskesmas Gumawang.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan balita sejak usia dini.
Lomba dibagi dalam dua kategori, yakni balita usia 6–24 bulan dan 2–5 tahun. Masing-masing peserta menjalani penilaian secara komprehensif yang meliputi aspek pertumbuhan dan perkembangan balita, kemampuan motorik kasar dan halus, pemeriksaan fisik serta kondisi kesehatan, riwayat penyakit, peran ibu dalam pengasuhan, hingga pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi anak.
Kepala UPTD Puskesmas Gumawang, Yeni Margaretha, mengatakan bahwa Lomba Balita Sehat Indonesia tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat sekaligus evaluasi terhadap status kesehatan dan gizi balita di wilayah Kecamatan Belitang.
“Melalui kegiatan ini kami berharap para orang tua semakin aktif memantau tumbuh kembang anak secara rutin di Posyandu. Balita yang sehat merupakan aset bangsa dan investasi untuk mewujudkan generasi yang cerdas, sehat, dan berkualitas di masa depan,” ujarnya.
Selain memberikan penghargaan kepada balita dengan kondisi kesehatan terbaik, kegiatan ini juga diharapkan mampu memotivasi seluruh orang tua agar terus menerapkan pola asuh yang baik, memenuhi kebutuhan gizi anak, serta memanfaatkan pelayanan Posyandu sebagai ujung tombak pemantauan kesehatan balita.
Setelah melalui proses penilaian oleh tim juri, ditetapkan para pemenang sebagai berikut:
Kategori Usia 6–24 Bulan
Juara I: Lutfi Gustami (Desa Pujorahayu)
Juara II: Jevan Ardiansyah (Desa Sumber Suko Jaya)
Juara III: Belvania Jennaira Zea Manova (Desa Gumawang)
Kategori Usia 2–5 Tahun
Juara I: Naura Shanum Rizqia (Desa Karang Kemiri)
Juara II: Muhammad Rizki Rafael (Desa Sidorahayu)
Juara III: Fatimah Azzahra (Desa Sumber Suko Jaya)
Kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusias. Kehadiran para peserta bersama orang tua serta kader Posyandu dari 24 desa mencerminkan tingginya komitmen masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari masalah gizi.














Discussion about this post