OKUTIMUR – MS – Membangun generasi unggul dimulai sejak usia dini, jauh sebelum anak duduk di bangku sekolah dasar. Pemerintah Kabupaten OKU Timur menegaskan komitmennya melalui Program Wajib Belajar 13 Tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar hingga menengah.
Sebagai langkah nyata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur menggelar Sosialisasi Persiapan Pembelajaran PAUD bersama Pokja Bunda PAUD dan Bunda PAUD Kecamatan.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Handayani Disdikbud, Selasa (2/6/2026), dan dipimpin langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten OKU Timur, dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes.
Sheila menekankan bahwa pendidikan anak usia dini bukan sekadar persiapan masuk SD, tetapi fondasi penting untuk membentuk karakter, kemampuan belajar, dan kesiapan anak menghadapi masa depan.
Berbagai program yang dijalankan saat ini berfokus pada pendataan, pendampingan, dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya PAUD.
Salah satu langkah unggulan adalah implementasi Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, memastikan anak-anak memasuki SD tanpa tekanan akademik dan tanpa tes calistung.
Pendekatan PAUD Holistik Integratif (HI) juga diperkuat, melibatkan koordinasi lintas sektor untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan, dan kesejahteraan anak secara bersamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Sheila juga memaparkan program “Gedor Pintu” dan penyisiran Anak Tidak Sekolah (ATS). Program ini melibatkan Bunda PAUD, kader PKK, kader Posyandu, serta perangkat lingkungan untuk mendata anak yang belum mengakses layanan PAUD, termasuk melalui kunjungan rumah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur, Wakimin, S.Pd., M.M., menekankan peran penting keluarga dalam mendukung pendidikan anak.
Ia menyoroti tantangan perkembangan teknologi, penggunaan gadget berlebihan, dan perilaku anak yang memerlukan pendampingan dari orang tua.
Pemerintah daerah terus berupaya menekan angka putus sekolah dan mendorong seluruh elemen masyarakat aktif melaporkan anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan.
Wakimin menegaskan, “Kalau ada anak yang putus sekolah, segera sampaikan kepada kami. Jangan biarkan mereka kehilangan masa depan.”
“Melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, Kabupaten OKU Timur berkomitmen memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari layanan pendidikan, karena kualitas generasi hari ini menentukan kemajuan daerah di masa depan,” tutup wakimin














Discussion about this post