OKU TIMUR.MEDIAMASA — Sebanyak 206 karateka dari wilayah OKU Raya mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) yang diselenggarakan di Polres OKU Timur pada Minggu (26/4/2026), dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Apel Satya Haprabu dan Aula Wicaksana Laghawa Polres OKU Timur ini diawali dengan Upacara Karate Ghosuku yang dipimpin oleh Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono, selaku pembina upacara.
Dalam amanatnya, AKBP Adik menekankan bahwa para karateka diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan bela diri, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami berharap agar insan KKI dapat menjadi pelopor dalam menjaga kamtibmas serta senantiasa mematuhi hukum,” ujar Kapolres dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Adik menegaskan bahwa karate tidak hanya berfungsi sebagai ajang peningkatan keterampilan fisik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap hukum.
“Karateka yang baik harus dapat menjaga dan memelihara hatinya, mematuhi hukum, dan menghindari segala bentuk kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tambahnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80, tetapi juga merupakan bentuk dukungan Polres OKU Timur dalam pembinaan generasi muda melalui olahraga bela diri.
Kapolres juga menilai bahwa olahraga, khususnya karate, adalah salah satu sarana untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Di akhir sambutannya, Adik memberikan semangat kepada seluruh peserta yang mengikuti ujian kenaikan tingkat. “Selamat mengikuti ujian dan semoga semua karateka dapat lulus dengan sukses,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Harian KKI Pengda Sumsel, AKBP Adi Sapril HS, menjelaskan bahwa ujian kenaikan tingkat adalah kegiatan rutin yang bertujuan untuk menguji fisik, teknik dasar (kihon), gerakan (kata), dan teori para karateka.
“Ujian ini juga merupakan bagian dari upaya pembinaan kualitas atlet karate di daerah, baik dalam aspek teknik, disiplin, maupun mental,” jelas Adi.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan peragaan massal dan pelaksanaan ujian kenaikan tingkat di Aula Wicaksana Laghawa, yang diikuti oleh 206 karateka dari berbagai tingkatan sabuk. (B)














Discussion about this post