OKU TIMUR.MEDAIMASA – Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H membuka langsung kegiatan Sarasehan dan Tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang digelar di Aula Wicaksana Laghawa Polres OKU Timur, Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 11.20 WIB.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara serikat buruh, pemerintah daerah, dan unsur Forkopimda untuk menyampaikan aspirasi tanpa aksi unjuk rasa. Acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai pukul 12.30 WIB.
Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin Hamzah, S.T., M.T., M.M bersama jajaran pejabat daerah, perwakilan TNI, Kejaksaan, BPJS, serta pengurus dan anggota serikat buruh turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Kapolres OKU Timur mengapresiasi langkah serikat buruh yang memilih jalur dialog dibandingkan aksi demonstrasi dalam peringatan May Day tahun ini.
Ia menegaskan, Polri siap menjadi jembatan antara buruh dan pemerintah guna menjamin kepastian hukum dan menjaga stabilitas daerah.
“Melalui kegiatan ini, kita tampung semua aspirasi. Kita jaga bersama situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ujar Kapolres, seraya mengajak seluruh elemen mendukung deklarasi “Sabuk Kamtibmas” dengan semangat Payo Kito Jago OKU Timur.
Sementara itu, Bupati OKU Timur menyatakan dukungan penuh terhadap sinergi yang telah terjalin antara pemerintah dan serikat buruh. Ia juga membuka peluang lahirnya kebijakan daerah yang berpihak pada tenaga kerja lokal.
“Pemkab siap menindaklanjuti aspirasi buruh, termasuk rencana penyusunan Perda tentang optimalisasi tenaga kerja lokal,” tegasnya.
Ketua DPC KSPSI OKU Timur, Cecep Wahyudin, S.P menyampaikan sejumlah aspirasi buruh, di antaranya mendorong pengesahan undang-undang ketenagakerjaan baru, pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional, serta pelibatan buruh dalam perumusan kebijakan daerah.
Ia juga menegaskan komitmen serikat buruh di OKU Timur untuk menjaga kondusivitas daerah dengan tidak menggelar aksi unjuk rasa, melainkan mengedepankan dialog sebagai sarana penyampaian aspirasi.
Rangkaian kegiatan diisi dengan penyerahan naskah aspirasi, pemotongan tumpeng, pemberian santunan kepada anak yatim piatu, serta deklarasi Sabuk Kamtibmas oleh perwakilan buruh.
Melalui sarasehan ini, hubungan antara serikat pekerja, pemerintah daerah, dan aparat keamanan semakin diperkuat. Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh bahwa peringatan Hari Buruh dapat berlangsung damai, dengan fokus pada kolaborasi demi kesejahteraan bersama.(BD)














Discussion about this post