OKU TIMUR – MS- Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Inoferwenti Intan,Se, Mm menggelar berbagai kegiatan yang berpusat di Pondok Pesantren Darul Hijroh, Desa Sukomulya.
Kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti para santri dan peserta, dilanjutkan dengan sesi bercerita yang bertujuan menanamkan nilai-nilai positif serta membangun semangat dan keceriaan anak-anak.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta mengikuti sarapan pagi bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak.
Pada kesempatan tersebut, DPPPA Kabupaten OKU Timur juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada pihak yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) OKU Timur yang diperuntukkan bagi guru dan penjaga sekolah yang selama ini mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.
Kepala Dinas DPPPA Kabupaten OKU Timur, Inoferwenti Intan,Se, Mm mengatakan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam memenuhi hak-hak anak serta memberikan perhatian kepada anak-anak, termasuk penyandang disabilitas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak sekaligus memberikan apresiasi kepada para guru dan tenaga pendamping yang dengan penuh kesabaran mendidik serta merawat anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar intan
Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat terus terjalin sehingga seluruh anak di Kabupaten OKU Timur dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan terlindungi.
Kepala DPPPA Kabupaten OKU Timur, Intan, juga berpesan kepada seluruh orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan dan pendampingan terhadap anak-anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini.
Menurutnya, kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan dan perkembangan anak.
Namun, tanpa pengawasan yang baik, teknologi juga dapat membawa dampak negatif terhadap tumbuh kembang, perilaku, hingga keselamatan anak.
“Kami mengajak seluruh orang tua untuk selalu hadir mendampingi anak, mengawasi penggunaan gawai dan media sosial, serta membangun komunikasi yang baik di dalam keluarga.
Jangan sampai kemajuan teknologi justru menjauhkan anak dari nilai-nilai moral, pendidikan, dan kasih sayang keluarga,” pesan Intan.
Ia berharap, melalui peringatan Hari Anak Nasional, seluruh elemen masyarakat semakin peduli terhadap perlindungan anak sehingga anak-anak di Kabupaten OKU Timur dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman. (B12)














Discussion about this post