OKU TIMUR- MS – Pembangunan yang tepat sasaran tidak selalu lahir dari ruang rapat. Justru masyarakat yang setiap hari melintasi jalan rusak, melewati gorong-gorong yang ambrol, hingga merasakan langsung dampak minimnya infrastruktur adalah pihak yang paling memahami kebutuhan desanya.
Gagasan itulah yang dibawa Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari Dapil IV Kabupaten OKU Timur, Fenus Antonius, SE., MM, saat menggelar Reses Masa Sidang VI Tahun Anggaran 2026 di Desa Pemetung Basuki, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Selasa (7/7/2026).
Di hadapan kepala desa, pengurus PKK, tokoh masyarakat, dan warga, politikus Fraksi PAN itu menegaskan pembangunan tidak boleh lahir dari asumsi para pengambil kebijakan. Sebaliknya, setiap program harus berangkat dari hasil musyawarah masyarakat agar benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
“Saya akan memperjuangkan aspirasi untuk Desa Pemetung Basuki. Namun pembangunan apa yang akan dilakukan harus diputuskan melalui musyawarah bersama masyarakat, karena masyarakatlah yang paling mengetahui kebutuhan dan yang akan merasakan manfaatnya,” ujar Fenus.
Pernyataan tersebut membuka ruang dialog yang hangat. Warga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi, mulai dari kondisi infrastruktur hingga gorong-gorong yang ambrol dan membahayakan pengguna jalan.
Salah satu aspirasi disampaikan Umi. Ia mengungkapkan gorong-gorong di desanya telah rusak cukup lama. Setiap hujan turun, tanah di sekitarnya terus tergerus sehingga kerusakan semakin melebar. Kondisi itu membuat warga khawatir karena akses jalan menjadi kurang aman.
“Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dicatat untuk diperjuangkan melalui mekanisme legislatif sesuai skala prioritas dan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Sebagai anggota Komisi II DPRD Sumsel, Fenus menegaskan akan mengawal setiap usulan agar tidak berhenti sebagai catatan reses semata. (B12)














Discussion about this post