OKU TIMUR – MS – Tidak semua reses meninggalkan kesan. Ada yang selesai ketika kursi dibongkar dan mikrofon dimatikan. Namun, suasana berbeda terlihat saat Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Fenus Antonius, SE., MM., menggelar reses di Kelurahan Dusun Martapura, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Senin (6/7/2026).
Sejak awal kegiatan, forum tidak didominasi pidato panjang. Fenus justru membuka ruang selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk berbicara. Satu per satu warga menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, mulai dari kebutuhan infrastruktur, pengembangan usaha kecil, hingga pelayanan pemerintahan di tingkat kelurahan.
Lurah Dusun Martapura, pengurus PKK, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, kelompok tani, pelaku UMKM, dan masyarakat memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Persoalan drainase dan siring menjadi keluhan utama warga karena genangan air masih sering terjadi ketika hujan turun. Di sisi lain, pelaku UMKM berharap adanya dukungan peralatan usaha agar dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
Pengurus PKK mengusulkan bantuan seragam untuk menunjang aktivitas organisasi, sedangkan pihak kelurahan mengajukan bantuan laptop dan printer guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Berbagai usulan tersebut tidak hanya dicatat sebagai bahan laporan reses. Fenus Antonius langsung memberikan respons terhadap sejumlah kebutuhan yang dapat segera diwujudkan melalui bantuan pribadi maupun dukungan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Bantuan untuk kegiatan PKK, dukungan bagi pelaku UMKM, hingga perlengkapan penunjang pelayanan di Kantor Kelurahan menjadi bukti bahwa sebagian aspirasi warga langsung mendapat tindak lanjut.
Menurut Fenus, reses tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial yang hanya memenuhi agenda kedewanan. Baginya, reses merupakan jembatan yang menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah.
“Reses adalah waktu terbaik untuk mendengar masyarakat secara langsung. Apa yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi akan kami perjuangkan. Sementara yang bisa segera kami bantu, akan kami upayakan secepat mungkin sesuai kemampuan,” ujar Fenus.
Suasana dialog yang hangat membuat warga merasa lebih leluasa menyampaikan pendapat. Tidak ada sekat antara wakil rakyat dan masyarakat. Setiap aspirasi didengar, setiap pertanyaan dijawab, dan setiap usulan mendapat penjelasan mengenai langkah yang akan ditempuh.
Bagi masyarakat Dusun Martapura, reses kali ini bukan sekadar kunjungan anggota dewan. Forum tersebut menjadi ruang komunikasi yang melahirkan harapan bahwa suara warga benar-benar mendapat perhatian.
Di tengah anggapan bahwa reses sering kali hanya menjadi rutinitas tahunan, kegiatan yang digelar Fenus Antonius menghadirkan pesan berbeda. Politik akan selalu memiliki makna ketika wakil rakyat tidak hanya datang untuk mendengar, tetapi juga pulang dengan membawa tanggung jawab untuk memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. (B13)














Discussion about this post