OKU TIMUR. MS Seorang paruhbaya Suprapto mendorong sepeda motor pada malam hari pada antrian panjang pengisian bahan bakar di Pertashop Desa Tulusayu, Kabupaten OKU Timur. (21/5).
Antrian terjadi sepanjang 1 kilometer di jalan arah pintu masuk kios minyak yang didominasi kendaraan roda dua dan mobil pribadi.
Kondisinya kelelahan. Napasnya tersengal-sengal, sambil mengadukan kondisi kelangkaan bahan bakar motor jenis Pertalite dan Pertamax yang sedang terjadi.
“Antrian terjadi sejak dua hari terakhir, paling parah hari ini!”, keluhnya.
Dia mengadu kepada Muhammad Mukhlis selaku pengurus partai NasDem OKU Timur yang sedang memantau gejolak kelangkaan BBM yang terjadi di Belitang dan sekitarnya.
Muhammad Mukhlis membenarkan bahwa saat ini sedang terjadi kelangkaan BBM. Banyak terjadi antrian di kios minyak maupun di SPBU. Banyak warga ramai mengantri membeli bahan bakar untuk kendaraan mereka.
Bendahara partai NasDem ini, meminta pemerintah daerah dan pusat memperhatikan jeritan persoalan di masyarakat.
“Kelangkaan BBM di daerah lumbung pangan kita ini justru akan melumpuhkan roda ekonomi daerah. Masyarakat petani yang menggantungkan hidup pada hasil bumi kini tercekik karena distribusi yang tersendat”.
Menurutnya, ditengah harga pangan melonjak dan daya beli yang sedang merosot memperparah kondisi masyarakat yang semakin sulit.
“Ini bukan sekedar bencana musiman, melainkan kegagalan tata kelola yang dibiarkan”, tegasnya.
Dia berharap harus segera diperbaiki tatakelola distribusi bahan bakar agar kelangkaan tidak lagi terjadi.















Discussion about this post