OKU TIMUR. MS — Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten OKU Timur semakin memprihatinkan. Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan mengular hampir di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), baik di wilayah Martapura maupun kawasan Belitang.
Kelangkaan BBM tidak hanya terjadi pada jenis subsidi seperti Pertalite dan Solar, namun juga mulai merambah BBM nonsubsidi seperti Pertamax. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari.
Pantauan di lapangan, banyak pengendara roda dua maupun roda empat rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM. Bahkan, tidak sedikit warga yang harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya karena stok bahan bakar cepat habis.
“Sudah keliling beberapa SPBU, tapi tetap kosong. Kalau terus begini masyarakat kecil yang paling susah,” ujar salah seorang warga saat mengantre di wilayah Martapura, Kamis (21/05/2026).
Kelangkaan ini mulai berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Para pedagang, sopir angkutan, hingga pekerja harian mengaku terganggu karena kendaraan menjadi sulit digunakan akibat terbatasnya pasokan BBM.
Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan tersebut.
Selain memastikan distribusi kembali normal, masyarakat juga meminta adanya pengawasan ketat agar tidak terjadi penimbunan maupun pembelian dalam jumlah besar oleh oknum tertentu.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu penjelasan resmi terkait penyebab utama terjadinya kelangkaan BBM di Kabupaten OKU Timur.














Discussion about this post