OKU TIMUR – MEDIAMASA – Aktivitas tambang batu split di kecamatan Jayapura Kabupaten OKU Timur, yang sudah puluhan tahun beroperasi semakin hari semangkin meresahkan warga di sekitar tambang batu gunung.
Tambang yang menggunakan dinamit untuk memecah batu di kawasan desa Lengot, desa tumi Jaya,dan desa Kembang,ini tidak hanya merusak lingkungan,tetapi akan menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan dan menambah beban kesehatan bagi masyarakat setempat.
Ihsan seorang tokoh masyarakat Martapura, mengungkapkan penderitaan yang dialami warga akibat getaran ledakan dinamit yang merusak rumah-rumah penduduk.
“Sudah banyak rumah yang retak-retak akibat getaran, dan debu dari tambang semakin mencemari udara. Banyak warga, terutama anak-anak dan orang lanjut usia, yang mengalami masalah pernapasan,” ujar Ihsan.
Selain itu, banyak warga yang mengeluhkan bahwa sebagian besar pengusaha tambang di daerah tersebut bukan berasal dari OKU Timur.
“Orang luar yang mengeruk sumber daya alam di daerah kami, sementara kami yang menjadi korban.
Pemerintah daerah seperti hanya menonton,kalau tidak ada kontribusi untuk daerah lebih baik tambang-tambang yang merusak lingkungan ini segera ditutup,sebelum lebih banyak korban berjatuhan.
Harapan warga agar Kejaksaan Negeri OKU Timur, Kejaksaan Tinggi Sumsel, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) segera turun tangan untuk mencabut izin dan menindak tegas perusahaan yang melanggar aturan
Karena menurut UU Nomor no 3 Tahun 2020, apa bila penambangan tanpa izin bisa dikenakan pidana penjara hingga 5 tahun dan denda Rp100 miliar,”tegas iksan
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKU Timur, Feri H, mengaku bahwa pemerintah kabupaten tidak memiliki data yang jelas mengenai jumlah tambang di kawasan tersebut.
“Saya tidak tahu jumlahnya, tapi yang pasti ada puluhan,” kata Feri singkat.
Hal ini menunjukkan ketidakseimbangan dalam pengawasan dan koordinasi antara pemerintah daerah dan provinsi, serta lemahnya kontrol terhadap aktivitas tambang. (Rls)














Discussion about this post