Mediamasa OKU Timur- Proyek taman utilitas irigasi di Desa Kota Baru Barat, Kabupaten OKU Timur, dibangun tahun 2023 dan 2024 menghabiskan anggaran meliaran tak bermempaat untuk orang alias (Mubajir )
Taman kota irigasi dibangun katanya untuk keindahan kota” dan “ruang hijau publik Nyatanya, taman sudah nampak retak dan tumbuh rumput liar.
Dibiayai dari APBD dua tahun anggaran dengan total hampir Rp1,2 miliar, proyek ini seolah menjadi simbol betapa pemerintah daerah memang jago membuat bangunan, tapi kurang jago memastikan bangunan itu punya fungsi.
Di lapangan, taman itu kini tampak memprihatinkan. Beberapa hiasan patah dan berserakan.
Alih-alih menjadi ruang santai warga, posisinya yang berdampingan langsung dengan jalan lintas tengah, jalur kendaraan berat justru membuat taman terasa lebih berbahaya ketimbang menyenangkan.
Bagus niatnya pemerintah OKU Timur daerah tapi tempatnya salah. Siapa yang mau duduk di pinggir jalan lintas yang penuh lalulintas kendaraan setiap hari.
Mau parkir mobil aja takut macet karena lintasan jalan lintas sumatera dari pada ambil resiko lebih baik duduk taman pasar tugu tani.
Kami banyak pertimbangan mau duduk santai ditaman irigasi bingung kalau siang,sore udara terasa panas kerana Tidka ada atap apa lagi debu mobil, Kalau malam mau datang takut karena sepi dan serem”ucapnya warga sekitar, sambil menunjuk taman.
Sementara Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin,sering di sapa Enos kerap mengulang visinya: “OKU Timur Maju Lebih Mulia.” Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang “merata, berkelanjutan, dan menyejahterakan masyarakat.
Taman irigasi yang dulu dijanjikan jadi simbol hijau malah jadi simbol” taman yang tak berfungsi untuk masyarakat banyak.
Semoga bupati OKU Timur kedepan lebih cermat dalam perencanaan pembangunan berbasis taman kota yang berfungsi untuk masyrakat banyak. (86)














Discussion about this post