OKU TimurMediamasa – Tokoh pemuda OKU Timur mendesak agar seleksi komisioner BAZNAS dilakukan secara transparan, objektif, dan bebas dari kepentingan politik atau kelompok tertentu demi menjaga integritas lembaga pengelola zakat tersebut.
Kukuh Prihandoko, salah seorang tokoh pemuda, menegaskan bahwa BAZNAS adalah lembaga resmi negara yang memiliki peran vital dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) umat.
Oleh karena itu, integritas dan kepercayaan publik terhadap lembaga ini harus dijaga agar terhindar dari intervensi politik.
“Sebagai lembaga umat, BAZNAS harus menjadi contoh dalam menjunjung tinggi ukhuwah Islamiyah, moderasi beragama (wasathiyah), serta menjadi sinergi antara ormas-ormas keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah.
Untuk itu, saya mengingatkan pentingnya menjaga proses seleksi dari intervensi politik. Wajar jika ada resistansi pada 10 besar. Namun, saat menentukan 5 besar, proses harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujarnya, Sabtu (25/04/2026).
Selanjutnya, Kukuh menekankan bahwa hasil seleksi harus didasarkan pada penilaian yang terukur dan adil. Ia berharap seluruh tahapan seleksi, mulai dari tes CAT hingga wawancara, benar-benar mencerminkan kompetensi dan kelayakan calon, bukan sekadar formalitas atau alat legitimasi bagi pihak tertentu.
Kukuh juga mengungkapkan kekhawatirannya atas dominasi satu kelompok tertentu dalam sepuluh besar hasil seleksi yang memiliki kedekatan dengan unsur personal panitia seleksi.
Ia menegaskan pentingnya regenerasi kepemimpinan dan kolaborasi antar generasi dalam struktur BAZNAS. Menurutnya, persepsi bahwa BAZNAS hanya menjadi tempat pensiunan perlu diluruskan dengan menghadirkan sosok muda yang visioner.
“Beberapa yang sudah berada di maqam ketokohan, biarlah tetap menjadi tokoh masyarakat. Namun, regenerasi penting untuk masa depan lembaga ini,” ungkap Kukuh.
Dalam hal pengisian posisi pimpinan BAZNAS, Kukuh menyarankan agar ormas-ormas keagamaan dilibatkan secara lebih aktif, namun keputusan akhir tetap berada di tangan panitia seleksi dengan mempertimbangkan hasil seleksi yang transparan.
“Semua ini untuk memastikan BAZNAS OKU Timur benar-benar bebas dari tendensi politik dan menjadi lembaga yang profesional, amanah, serta dipercaya dalam mengelola dana umat,” tutupnya.
Sementara Ketua Seleksi BAZNAS Kabupaten OKU Timur, Drs. Dwi Supriyanto, M.M., mengatakan bahwa panitia sangat transparan dalam pelaksanaan seleksi BAZNAS Tahun 2026.
Salah satu bukti keterbukaan tersebut adalah ekspos yang telah disampaikan di Radio BKM. “Kami tidak memiliki kepentingan politik, semuanya berjalan sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta.
“Kami sepakat bahwa panitia pengawas zakat harus menjaga integritas yang tinggi,” ujar dwi
Pak Dwi menginformasikan bahwa tahapan tes wawancara akan dilaksanakan pada hari Kamis melalui Zoom.
“Untuk diketahui, seluruh panitia BAZNAS Kabupaten OKU Timur berfungsi layaknya pipa, di mana segala sesuatu terkait seleksi, mulai dari bahan ujian hingga CAT (Computer Assisted Test), semuanya dikelola dan diseleksi oleh BAZNAS Pusat.
“Kami hanya menyampaikan apa yang diterima dari BAZNAS RI,” jelasnya,. (X)















Discussion about this post