OKUTIMUR- MS – Pengurus Antar Waktu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten OKU Timur Masa Bakti 2024–2029 resmi dikukuhkan di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Rabu, 13 Mei 2026.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua DWP Provinsi Sumatera Selatan, Desy Kasnayati Edward, berdasarkan Keputusan Ketua DWP Provinsi Sumsel Nomor 09/KPTS/DWPSS/Sekrt/2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah OKU Timur Rusman, Penasehat DWP OKU Timur Sheila Noberta, Ketua GOW OKU Timur Nur Inayah, serta para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKU Timur.
Dalam sambutannya, Ketua DWP Provinsi Sumsel menegaskan bahwa DWP bukan sekadar organisasi pendamping ASN, melainkan wadah perempuan yang harus mampu memberi dampak nyata bagi keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, kekuatan bangsa lahir dari keluarga yang sehat dan berdaya, sementara peran ibu menjadi pondasi utama dalam menjaga ketahanan keluarga.
“Dari seorang ibu yang sehat dan berdaya akan lahir keluarga yang kuat untuk menciptakan bangsa yang hebat,” ujar Desy.
Ia juga mengajak seluruh anggota DWP untuk tetap kreatif, inovatif, dan aktif mendukung pembangunan daerah meski berada di tengah tantangan dan keterbatasan anggaran.
Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten OKU Timur, Monica Patriana Rusman, mengatakan pengukuhan antar waktu ini menjadi langkah penting untuk memperkuat organisasi agar tetap solid dan mampu menjalankan program yang menyentuh kebutuhan anggota maupun masyarakat.
“Dharma Wanita Persatuan harus menjadi organisasi yang aktif, profesional, solid, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” katanya.
Sheila Noberta,mengingatkan bahwa jabatan dalam organisasi merupakan amanah yang menuntut tanggung jawab, pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran.
Selain itu, Sheila turut menyoroti pentingnya etika dalam penggunaan media sosial, khususnya bagi istri ASN dan pejabat.
Menurutnya, sikap yang tidak bijak di media sosial dapat berdampak besar terhadap citra keluarga hingga perjalanan karier pasangan.
“Pikirkan kembali setiap unggahan, apakah memberi manfaat atau justru menimbulkan polemik,” tegasnya.
Ia berharap DWP mampu menjadi organisasi yang benar-benar hadir melalui program pendidikan, sosial budaya, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pengukuhan ini menjadi penegasan bahwa di tengah perubahan sosial dan tantangan zaman, peran perempuan tidak hanya sebagai pendamping keluarga, tetapi juga penguat nilai, etika, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (b13)














Discussion about this post