OKU TIMUR.MEDIAMASA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur terus berupaya maksimal dalam menangani persoalan sampah yang kian meningkat.
Setiap harinya, volume sampah yang dihasilkan masyarakat mencapai sekitar 120 ton, angka yang menunjukkan tingginya aktivitas serta kebutuhan mendesak akan sistem pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten OKU Timur melalui DLH menyampaikan bahwa berbagai langkah telah dilakukan untuk mengoptimalkan proses pengangkutan dan pengolahan sampah, guna mencegah dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Upaya tersebut meliputi penambahan Tempat Penampungan Sementara (TPS), serta sosialisasi kepada masyarakat agar mulai memilah sampah sejak dari sumbernya. Selain itu, DLH juga mendorong partisipasi aktif warga melalui program bank sampah dan kegiatan gotong royong di berbagai desa dan kelurahan.
Namun demikian, DLH OKU Timur mengakui bahwa pengelolaan sampah saat ini belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah.
Hal ini disebabkan oleh keterbatasan armada pengangkut sampah, sehingga masih terdapat beberapa daerah yang belum terlayani secara optimal.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH OKU Timur, Suhaimi, menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat, disertai langkah nyata dan tegas dari seluruh pihak terkait.
“Permasalahan sampah ini masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Diperlukan kesadaran dan peran aktif masyarakat, serta upaya berkelanjutan dari pemerintah dalam pengelolaan dan edukasi,” ujarnya.
Dengan terjalinnya kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan persoalan sampah tidak lagi menjadi ancaman bagi lingkungan dan kesehatan, melainkan dapat dikelola menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat. (BD)














Discussion about this post